Cerpen
Pulau Zombie
Namaku
Karen, besok sekolahku akan mengadakan liburan selama 1 minggu di
sebuah pulau. Kubaca dari Internet, pulau ini memiliki banyak danau
yang sangat indah. Tetapi setelah tragedi pembunuhan masal tahun 1970,
pulau ini ditinggalkan begitu saja dan terlihat seperti diasingkan.
Tapi anehnya, ada 1 hotel disana yang tetap bertahan walau hotel-hotel
lainnya tutup sejak tragedi itu. Maka dari itu, aku tertarik
mengikuti liburan ini karena aku penasaran dengan apa yang terjadi di
pulau ini.
Hari
yang aku tunggu akhirnya tiba. Pagi itu bus pariwisata berangkat.
Hal-hal aneh sering terjadi selama perjalanan, seperti temanku yang
bernama Kevin bermimpi seperti ia berada di suatu tempat yang
ditinggali zombie. ketika katty melihat pulau yang kami tuju dari
kapal, terjadi kebakaran hebat. Beruntung tidak ada yang terluka.
Sesampainya di pulau kami disambut oleh Paman Sam (pemilik hotel
sekaligus pengelola pantai) dan para pegawainya yang tidak terlalu suka
bicara. Mungkin aku melakukan kesalahan untuk mengikuti liburan ini.
Ini menjadi liburan terburuk yang pernah aku alami. Selama liburan
terjadi hal-hal aneh seperti air keran berubah menjadi darah. Menurut
pegawai hotel itu, airnya kadang-kadang memang kotor. Lalu, pakaian
selam cintya hancur seperti dirobek dengan pisau, dan aku melihat
sesosok perempuan di luar jendela kamarku yang menyuruh kami
meninggalkan pulau. Saat sedang jalan-jalan, aku bertemu dengan seorang
suku pedalaman yang bercerita tentang tragedy tahun 1970 dan menyuruh
kami berhati-hati dengan pemilik hotel dan para pegawainya. Saat aku
akan pulang, aku mendengar suara yang menyuruhku datang ke danau
terbesar di tengah pulau. Saat aku berada di sana, aku menemukan sebuah
kristal berwarna violet di tepi danau.
Akhirnya
hal yang aku takutkan muncul, teman-teman dan guruku hilang satu
persatu. Akhirnya tinggal aku, cintya, dan Kevin. Kami mencoba mencari
cara untuk meninggalkan pulau ini dengan menggunakan telepon hotel,
tapi tak bisa terhubung. Setelah berusaha cukup lama, kami bertemu
dangan suku pedalaman yang pernah aku temui. Bersama suku itu kami
melakukan ritual kuno dengan menggunakan kristal berwarna violet yang
kutemukan . Ritual itu justru mengundang para zombie korban tragedi
tahun 1970, tapi ternyata para zombie tersebut menyerang hotel dan
membunuh Paman Sam beserta seluruh pegawai hotel. serta membebaskan
guru dan teman-teman kami. Kemudian para zombie itu berjalan menuju ke
arah kami. Awalnya aku takut karena kupikir mereka akan menangkapku.
Tetapi, orang suku pedalaman itu menyuruh kami tenang dan mereka akan
membantuku jika zombie itu akan menangkap kami. Setelah mereka sampai
di hadapan kami, aku terkejut karena mereka tidak menangkap kami
tetapi mereka bersujud di hadapan kami. Kemudian orang suku pedalaman
itu berbicara kepadaku bahwa para zombie bersujud karena mereka ingin
berterima kasih kepada kami karena telah membantu mereka untuk
membalas dendam mereka pada Paman Sam, yang ternyata adalah pelaku
pembunuhan tahun 1970.
Meskipun
rencana kami berlibur 1 minggu di sana, tetapi para guru memutuskan
untuk segera mengakhiri wisata kami di pulau ini. Keesokan harinya,
kami berkemas untuk pulang. Setelah semua siap, kami pun segera
meninggalkan pulau ini. Tetapi, saat kami akan meninggalkan hotel itu,
aku melihat lagi sosok perempuan yang kulihat di luar jendela kamarku
itu. Dia melambai kearahku dan terlihat tersenyum. Aku pun
membalasnya dengan lambaian tangan dan setelah itu dia tiba-tiba
menghilang. Kami pun berangkat menuju pelabuhan untuk meninggalkan
pulau. Setelah kapal kami telah berangkat, aku melihat kapal lain yang
membawa kelompok anak sekolah ke pulau itu. Aku sudah lega karena
mereka bisa berlibur di pulau itu dengan aman. Namun tak kusangka,
kulihat pemilik hotel itu berdiri menyambut kedatangan kelompok anak
itu. Aku terkejut karena kulihat sendiri para zombie telah membunuh
pemilik hotel itu. Ternyata pemilik hotel itu hanya pura-pura mati
ketika para zombie menyerangnya. Tetapi ada salah satu zombie yang
telah menggigit tangannya, yang berarti dia telah tertular virus zombie
itu dan dalam 2 hari dia akan berubah menjadi zombie. Aku berusaha
memperingatkan anak-anak itu. Aku berteriak sekuat tenaga memberitahu
mereka, tetapi, mereka tidak mendengarku. Akhirnya kapal mereka merapat
dan mereka menuju hotel itu dengan pemiliknya. Aku pun hanya bisa
berharap agar mereka selamat dari pemilik hotel itu.
keren bro
BalasHapus